What is Love [Krystal’s Side]

Title       : What is Love [Krystal’s Side]

Casts     : Kim Myungsoo

               Jung Krystal

              And other cameos

Genre   : Angst kadar rendah (?) IDK

Length  : One Shoot

Author  : Cho Shinka

Foreword: Ini ff pertamaku yang berhasil aku selesaikan. Jadi, mohon dimaklumi jika banyak kesalahan dan ceritanya jelek, pasti. >.< !

Entah kenapa aku ga dapet feelnya bikin ff ini jadi beginilah adanya.

Happy Reading

WARNING! Broken Story! Tidak suka? Get out! XD

_Krystal’s VOP_

Emh, jam berapa sekarang?

Kulirik jam digital di atas meja nakas di kamarku. Jam itu. . . aku tersenyum, jam itu dilengkapi dengan kalender dan lampu LED berwarna biru agar bisa tetap terlihat meski di ruangan gelap.

Tuutt… tuutt… tuutt… tuutt…

Tuutt… tuutt… tuutt… tuutt…

Klek, YES! 😀

“Yeoboseyo chagi ^^ . . .”

“Ne, Krys. Ada apa? Mianhae aku tidak punya banyak waktu.”

“Kau sibuk? O_O ,, uhm..opp-”

“Ne, waeyo? Kenapa kau menelponku?”

Ish, aku belum selesai bicara -_-

Ketusnya….. 😐

“Uhm, oppa.. aku hanya..”

“Ah mian Krys, aku harus tutup sekarang. Mian.”

Klek, tut tut tut.

😦 Ish dia itu ! Begitukah sikap seorang namjachingu?

Baiklah jika dia memang sibuk, sebaiknya aku kirim pesan saja. Kuharap tidak terlalu mengganggunya.

To: My L Prince ❤

Oppa ^^ ,, mian mengganggumu.

Aku hanya ingin memastikan kau tidak lupa hari ini kau janji menemaniku shopping ^^.

~SEND~

1 menit. . .

2 menit. . .

3 menit. . .

4 menit. . .

5 menit. . .

10 menit. . .

20 menit. . .

30 menit. . .

😦

“Sebaiknya aku mandi dulu,” gumamku.

Drrrt Drrrt Drrrt

Ah! 😀

Klik

From: My L Prince ❤

Aku usahakan Krys.

~REPLY~

To: My L Prince ❤

Apa kau benar-benar sangat sibuk, chagiya ? 😦

Aku bisa meminta Vict eonnie menemaniku kalau begitu.

Aku tidak apa ko 🙂

~SEND~

10 menit. . .

15 menit. . .

Drrrt Drrrt Drrrt

Klik

From: My L Prince ❤

Baiklah aku akan menjemputmu.

Yeay !! \^.^/

15.00 KST

Aku menunggunya datang sembari duduk di balkon kamarku yang berada di lantai dua.

15 menit berlalu.

Ughs aku merasa suntuk, udara terasa semakin dingin.

Lebih baik aku minum air hangat, batinku dan berlalu menuju dapur. Kuposisikan tubuhku pada kursi meja makan.

Apa dia benar-benar akan datang? Tidak apa kan aku menelponnya lagi?

Ku keluarkan I-Phoneku dari saku jeansku dan mendial nomor ponselnya.

Tuutt… tuutt… tuutt… tuutt…

Tuutt… tuutt… tuutt… tuutt…

Tu la lit . . . Tu la lit . . .

Ah? Tidak diangkat. Baiklah dia masih sibuk dengan pekerjaannya.

Tuutt… tuutt… Klek

“Yeoboseyo Vict eomma…^^”

Victoria eonnie, aku sering memanggilnya Vict eomma karena dia sangat perhatian terhadapku dan menyayangiku seperti eommaku sendiri. Diusianya yang hanya terpaut dua tahun dariku dia sudah menjadi designer terkenal di Seoul. Bayangkan, di usia 20 tahun Vict sudah menjadi orang yang sukses dan terkenal.

“Ne Krysie, sepertinya untuk kali ini aku tidak bisa menemanimu?”

“Eh?” O_O

“Aku tau pasti kau ingin aku temani ke suatu tempat karena Myung tidak bisa menemanimu -_- ?”

Ah, bingo! Batinku. Vict eonnie memang paling mengerti aku, hehe.

“Mian Krysie, tapi aku sudah janji dengan Khun akan pergi bersama hari ini :(” Ahh Vict eonnie seperti menyesali ini.

“Gwaenchanayo Vict eomma, kau sungguh beruntung ^^”

“Sekali lagi mian ne,”

“Baiklah annyeong eonn”

Klik.

Yep, Vict eomma sangat beruntung mendapatkan namjachingu yang tampan dan baik hati seperti Nickhun oppa dengan senyum malaikatnya yang memikat. Nickhun oppa tipikal namja yang perhatian dan selalu berusaha untuk menepati janjinya. Meskipun bagiku Myung lebih tampan :* , tapi bukan itu yang kuinginkan. Kau tau? Myung oppa tidak pernah menepati semua janjinya, yep TIDAK, garis bawahi itu. Setidaknya aku hanya ingin Myung oppa menyempatkan sedikit waktunya untukku.

Cukup tentang mereka.

Kulirik jam di dinding.

15.50 KST

Aku kembali mengetikan pesan singkat.

To: My L Prince ❤

Oppa, tidak perlu menjemputku ne ^^

Mian merepotkanmu.

~SEND~

Sebaiknya aku berangkat sekarang, sebelum langit mulai gelap.

Aku bergegas mengambil tas dan menyambar baju hangatku.

17.00 KST

_Di pusat perbelanjaan Dongdaemun_

Aku berlari-lari kecil menuju suatu tempat.

Ah syukurlah tokonya belum tutup.

Fyuh~

“Permisi, apa kau masih menyimpannya?”

“Selamat datang noona, tentu. Apa mau diambil sekarang?”

Ughs dia memanggilku noona lagi -_- , tapi sekarang bukan saatnya memperdebatkan itu.

“Ne, tolong dikemas dengan rapi ya, ^^”

Beberapa menit berlalu.

“Silahkan noona, sudah selesai.” Ucap pemilik toko itu, sedikit mengagetkanku yang sempat melamun.

“Ah, kamsahamnida. Maaf sudah merepotkanmu selama ini.” Kataku sambil membungkuk.

“Cheonmaneyo, kepuasan pelanggan adalah prioritas kami, ^^” jawabnya balas membungkuk.

“Ditunggu lagi kedatangannya, J” katanya, dan aku pun berlalu.

Aku terus berjalan menuju pintu keluar Mall, langit sudah gelap. Jam berapa sekarang?

Kyaa >.< aku tidak menemukan I-Phoneku! Apa terjatuh? Akh, bagaimana ini. T^T

Aku berdiri di pinggiran jalan. “Kenapa tiba-tiba tak ada satu pun taxi yang lewat di tempat ramai seperti ini?” batinku, mempoutkan bibirku.

Ku putuskan berjalan ke halte bus di dekat Dongdaemun.

Ughs bus berikutnya datang pukul 21.00, bahkan aku tidak tahu jam berapa sekarang. Aku hanya duduk dan menunggu. Kenapa I-Phoneku tidak ada sih, apa tertinggal di rumah? Akh, bahkan meskipun aku menelpon Myung sekarang dan meminta dijemput, apa dia akan datang? Bukan-bukan, apa dia akan mengangkat teleponku?

Apa kami seperti sepasang kekasih, tidak?

Hujan mulai turun, meskipun hanya gerimis.

Aku mulai merasa kedinginan, aku tahu bajuku mulai sedikit basah. Tiba-tiba air mataku menetes. Eh? Ada apa denganku? Aku sendiri bingung kenapa aku bisa menangis? Pabo Krystal!

“Myung aku membutuhkanmu,”

Akh silau!

Sepasang lampu yang perlahan mendekat menyilaukan mataku, lampu kendaraan. Kendaraan itu berhenti tepat di hadapanku. Busnya datang, syukurlah aku belum terlambat. Aku pun bergegas naik dan membuat tubuhku duduk senyaman mungkin.

Aku turun dipemberhentian bus berikutnya. Hanya tinggal berjalan melewati beberapa blok rumah, dan aku sudah berdiri di depan rumahku sekarang.

Kutanggalkan baju hangatku yang basah. Bergegas menuju ruang makan. Ah, syukurlah ternyata aku meninggalkan ponselku di sini.

Kulihat ada beberapa notifikasi. Tiga panggilan tak terjawab dan tiga pesan. Siapa?

~2 missed calls from Vict eomma <3~

~1 missed call from My L Prince <3~

From: Vict eomma ❤

Krysie kau tidak mengangkat telponku? Apa kau pergi sendiri?

From: My L Prince ❤

Mian Krys, aku baru membaca pesanmu.

Waeyo? Apa kau jadi pergi dengan Vict?

Baiklah, apa tidak apa? Karena aku masih harus menyelesaikan pekerjaanku.

Gwaenchana oppa. . .

From: Vict eomma ❤

Krys >.< kau tidak mau mengangkat telponku? Apa kau marah? Jeongmal mianhae T^T

Eomma kau mengkhawatirkanku berlebihan. . .

~REPLY~

To: Vict eomma ❤

Eomma gwaenchanayooo~ Mian tadi ponselku tertinggal di rumah >.< !

Jadi tak usah dipikirkan nee, Annyeonghi jumuseyo ^^

~SEND~

“Baiklah, sebaiknya aku mandi dan memakai baju tebal. Cuaca hari ini sungguh buruk,” seperti hati ini, lanjutku dalam hati.

Kunyalakan shower, membiarkannya mengguyur tubuhku.

Segera kubersihkan tubuhku dan menyambar handuk. Bergegas membuka lemari pakaian karena aku mulai kedinginan lagi, memakai baju tidur, lalu…

Aku hanya termenung, tersenyum miris.

Ya, saat ini yang ada di hadapanku adalah beberapa helai pakaian yang sebagian besar adalah pemberian dari Myung oppa. Berbagai macam kotak pernak-pernik dan benda lainnya yang dia belikan sebagai hadiah untukku ataupun sebagai tanda permintaan maafnya yang selalu mengingkari janji dan membuatku kecewa, pikirnya.

Dan itulah yang selalu membuatku bertanya-tanya.

Apa kami seperti sepasang kekasih, tidak?

Aku sangat mencintainya, tapi apa dia memiliki perasaan yang sama? Molla~

AH!

Aku hampir melupakan sesuatu, barang yang kubeli tadi ada di atas tempat tidur.

Aku memindahkannya ke atas meja belajar. Dan aku menaiki kasur berukuran big size ini.

Kutarik selimut sampai menutupi leherku. Hangat.

Inilah yang aku pilih, fighting! ^^

Dan aku mulai terlelap.

07.00 KST

Pagi-pagi sekali aku sudah berada di rumahnya, rumah namjachinguku saat ini, Kim Myungsoo. Dengan bungkusan kecil di tanganku.

“Selamat pagi, Nona.” Sapa seorang kepala maid yang sudah sangat kukenal, membungkuk dalam.

Aku hanya tersenyum padanya.

“Mr. Lee, apa Myung tidak pulang?”

Kuperhatikan rumah ini sangat sepi, tidak seperti saat Myung ada di rumah dan membuat semua maid di rumahnya sangat sibuk menyiapkan semua kebutuhannya dan mengerjakan semua perintahnya.

“Tuan Muda tidak pulang sejak dua hari lalu, sepertinya Tuan Muda tidak memberitahu Anda?”

“Ah tidak, aku tahu dia sangat sibuk bekerja, ^^” itu pasti, dasar workaholic. =_=”

“Ne Nona, mungkin hari ini Tuan Muda akan pulang,” balasnya.

“Baiklah aku menunggunya di atas,” tapi aku tahu dia tak akan pulang pagi ini, saat kuhubungi ponselnya tidak aktif. Pekerjaan jelas lebih penting baginya. Aku jadi sangat yakin kalau dia lupa lagi.

Diusianya yang baru menginjak 22 tahun, tepat hari ini. Dan dia sudah terjangkit penyakit kolot, pelupa alias pikun. Bahkan melupakan sesuatu yang biasanya berkesan bagi setiap orang, hari jadinya.

“Akan kami siapkan sarapan,” ucap Mr. Lee sambil membungkuk saat aku melewatinya.

Cklek.

Aku membuka pintu salah satu ruangan yang sangat ku kenal, aroma tubuhnya yang sangat khas menyeruak saat aku memasukinya, kamar Myung.

Aku menghempaskan diriku ke tempat tidur Myung. Aku merindukanmu Myung. Tiba-tiba saja mataku memanas dan air mata bening menetes membasahi sprei. Hah, segera saja aku bangkit terduduk dengan kedua tangan memeluk lututku, tidak mau larut dalam suasana bodoh ini.

Aku menepuk kedua pipiku dan tersenyum. Meraih kotak kecil yang tergeletak tidak jauh dariku.

“Saengil chukkae hamnida, nae sarang Kim Myungsoo,” kuletakkan kotak kecil yang merupakan kadoku untuk hari jadinya itu di atas meja nakas di samping figura kecil yang memajang foto kami berdua, aku dan Myung.

Ah, kau masih menyimpannya.

Tersenyum kecil, foto itu diambil saat kami memutuskan untuk menjadi sepasang kekasih. Air mataku menetes lagi, aku mengelus wajah Myung di foto itu. Lalu bangkit, mengeluarkan surat kecil dari saku sweaterku. Tertulis “What is Love” pada amplop bagian depannya dan aku meletakkannya di atas kotak kecil tadi.

Melangkah keluar dari kamarnya dan menutup pintu perlahan. Menghapus sisa air bening di mataku dan bergegas turun.

Seorang maid yeoja membungkuk kecil padaku. “Apa Anda memerlukan sesuatu, Nona?” tanyanya.

“Aniyo, aku pulang sekarang. Jadi tidak perlu menyiapkan sarapan, beritahu Mr. Lee ya, annyeong.”

Aku memejamkan mataku erat-erat lalu berbalik dan melihat bangunan ini untuk terakhir kalinya, menyimpan semua kenangan di hatiku dalam-dalam.

Tuutt… tuutt… tuutt… tuutt…

Tuutt… tuutt… tuutt… tuutt…

Klek

“Yeoboseyo Vict eomma ^^ . . .”

“Jadi apa ada sesuatu yang penting Krysie?” tanya Vict eomma sembari memberikanku secangkir coklat panas.

Saat ini aku berada di rumah Vict eomma.

“Ani, sebenarnya aku datang untuk berpamitan,”

“Eh?”

“Aku putuskan untuk melanjutkan kuliahku di Jepang, dan aku akan tinggal bersama kedua orang tuaku di sana, ^^”

“Apa ada masalah dengan Myung?” tanya Vict menyelidik.

“Aku rindu eomma dan appa,” menghindari topik tentang Myung.

Aku meneguk secangkir coklat panas sampai habis. Hah, hangat. Vict eomma yang terbaik. ^^

“Kapan kau berangkat? Biar aku mengantarmu,”

“Siang ini,”

“Apa? Mengapa kau memilih waktu yang tidak tepat? Apa kau sengaja?” ish, telingaku sakit mendengar teriakkannya. >.<

“Aku mengadakan fashion show untuk 1st anniversarry butikku siang ini, Krysie!” lanjutnya. Teriakkannya semakin keras saja. =_=”

“Gwaenchanayo eomma, aku sudah menyiapkan semuanya. Hanya tinggal berangkat.” Menenangkannya.

“Kau… pabo Krystal! Kau akan meninggalkanku, uh?” hiks dia tersedu dan memelukku.

Aku balas memeluknya erat dan ikut menangis di bahunya. Setelah sekian detik aku melepaskan pelukannya. Kulihat jam di tanganku, pukul sembilan pagi.

“Aku harus pergi sekarang eomma, pesawatku take off pukul satu siang,”

“Aku tahu ada sesuatu yang kau sembunyikan,” ucapnya tiba-tiba.

“Tapi kau sudah dewasa, aku yakin kau tahu apa yang kau lakukan haruslah yang terbaik.” Lanjutnya tersenyum seperti menyemangatiku.

Aku memeluknya lagi, “kau selalu yang terbaik Vict eomma, baiklah annyeonghi gyeseyo.”

“Annyeonghi gaseyo.” Setelah mendengar jawabannya aku pun melangkahkan kakiku menjauh dari rumahnya.

Pesawat yang ku tumpangi baru saja take off. Aku harap ini keputusan yang terbaik. Kau tahu tadi aku menyempatkan untuk mengiriminya pesanku yang terakhir. Tidak apa kan? :*

Aku mengeluarkan sesuatu dari tas kecil di genggamanku. Jam digital. Sebenarnya jam ini adalah kado terakhir darinya yang dia berikan saat aku berulang tahun yang ke 18 beberapa waktu yang lau. Ya, sebelum aku memutuskan untuk mengakhiri semuanya di hari ulang tahunnya yang hanya beberapa bulan setelah hari jadiku. Apa aku jahat? Ya, tentu. Tapi ini lebih baik daripada aku semakin mengharapkannya dan lebih menyakitinya lagi.

Sebenarnya aku ingin membuang jauh semua yang mengingatkanku pada kenangan bersama dirinya. Tapi aku berubah pikiran, biarkan aku menyimpan benda ini sebagai satu-satunya saksi bisu yang kuyakini sebagai cintanya untukku.

Baiklah, semuanya sudah berakhir. Tak boleh ada air mata lagi. Aku akan memulai hidup baruku.

Aku akan melupakannya. Selamat tinggal Seoul. Selamat tinggal Korea.

Selamat tinggal Kim Myungsoo.

Dan pesawat itu menembus awan yang seperti menggambarkan senyuman manis seorang Jung Krystal.

_END_

Mian gaje -_- maafkan pasti pada ga ngerti deh ini cerita apaan, ff abal sih –v

Oiya aku juga memanipulasi umur Vict eonn di sini, kkk~

Its just fiction jadi ini hanya imajinasi author tidak seperti kenyataannya.

Oke makasih buat yang udah baca RCL please 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s